Tips mengemudi mobil dengan beban berat ala nissan bali

Ketika mudik mobil akan dipaksa membawa muatan maksimal. Tapi secara alami bobot akan membawa sejumlah pengaruh buruk pada kendaraan.
Akselerasi Harus dicamkan adalah menurunnya kemampuan mobil dengan beban penuh saat menyalip. Jadi Anda harus memastikan ruang lebih lega sebelum memutuskan untuk menyalip. Tak ada salahnya mencoba akselerasi maksimal sesaat ketika jalan kosong, hal ini akan memberi Anda gambaran tentang performanya saat beban penuh.
Konsumsi BBM Beratnya akselerasi akan membuat Anda menginjak pedal gas lebih dalam untuk mendapatkan kecepatan sama. Alhasil mesin membutuhkan energi dari BBM lebih banyak lagi. Semakin kecil torsi mobil Anda, maka semakin besar pemborosan BBM yang terjadi.

Pengereman Tes kami tak menunjukkan perbedaan signifikan pada jarak pengereman mobil beban penuh dengan kosong di jalan kering. Bila rem dilengkapi ABS, kondisi ban masih baik serta dilakukan pengereman maksimal, jarak yang dihasilkan tak berselisih jauh.
Tapi memang saat pengereman normal, Anda mesti menginjak pedal lebih keras untuk mendapatkan tingkat deselerasi serupa. Dan satu fakta penting lainnya, terjadi perbedaan cukup signifikan pada jarak pengereman di jalan basah. Dari 100 km/jam, kira-kira Anda akan membutuhkan jarak 10 meter lebih panjang untuk berhenti, atau sekitar 2 kali panjang mobil.

Pengendalian Bobot memberi pengaruh sangat besar ketika menikung. Sesuai hukum fisika, di tikungan seluruh beban yang diangkut akan berusaha mendorong mobil keluar. Semakin berat bebannya, semakin besar pula gangguan yang terjadi.
Selain itu, kelimbungan mobil juga akan bertambah. Hal tersebut akan mengurangi cengkeraman roda serta meningkatkan risiko terbalik secara signifikan. Untuk itu Anda mesti mengemudikan mobil lebih halus dan menghindari gerakan setir mendadak.

Ground Clearance Semakin empuk suspensi mobil Anda, maka bakal terjadi penurunan ketinggian mobil lebih drastis akibat penambahan beban. Berkurangnya ground clearance ini akan membawa dampak sangat buruk ketika melewati jalan rusak atau bergelombang. Kontak dengan permukaan jalan bisa membuat komponen di bagian kolong mobil rusak.
Potensi bahaya lain juga terjadi saat suspensi mencapai titik kompresi maksimal. Di saat itu karet stopper akan bekerja menahan beban. Di beberapa mobil, stopper ini memantulkan mobil secara kerasĀ  ke atas dan membuat gerakan mobil gugup serta sulit dikendalikan.