Cara Mengemudi Yang Baik Bagi Wanita

Wanita Mengemudi

 

Sudah umum bahwa ketika mengemudi mobil Anda memerlukan fokus karena ini adalah profesi full-time job. Disinilah awal dari berbahayanya seorang wanita ketika mengemudi. Secara umum, wanita mempunyai karakter multitasking alias bisa mengerjakan banyak hal dalam satu waktu. Meskipun di luar sana ini bisa menjadi kelebihan, tapi ketika mengemudi justru merupakan kelemahan.

Masih banyak wanita yang membawa kebiasaan multitasking ke dalam kabin mobil. Se­perti berdandan sambil mengemudi, mengobrol dengan anak, dan lainnya. Akibatnya, perhatian ke jalan berkurang dan lupa akan pentingnya keselamatan diri sendiri, penumpang dan pengguna jalan sekitar.

Banyak wanita yang membawa kemampuan multitasking ketika mengemudi. Kejadiannya biasanya ada gangguan berupa pengalihan perhatian yang terlalu banyak. Karena gangguan itu, maka seorang wanita menjadi kurang perhatian terhadap jalan atau spion, hingga akhirnya bisa potong jalur tiba-tiba,.
Tetapi bukan berarti wanita tidak mempunyai kapabilitas mengemudi. Apabila Seorang wanita mahir dalam mengemudi bisa lebih hebat dari laki-laki. Dengan catatan, harus terus dilatih kemampuan dan insting mengemudi­nya.

Salah satu cara yang bisa dilakukan ialah observasi di jalan. Begitu duduk di balik kemudi, fokus pada kondisi jalan di depan. Tidak perlu berpikir apakah riasan wajah sudah pas atau berpikir apa yang harus dikerjakan nanti di kantor. Alihkan perhatian dari telepon genggam. Kalau dirasa harus memeriksa make up atau mengangkat telepon, tepikan kendaraan di tempat yang aman.

Pelajari pula bagaimana cara defense driving yang tepat, mengenali masalahnya serta risiko di jalan raya. Bila pengemudi wanita bisa observasi de­ngan baik, maka dia akan mengetahui apa yang harus dilakukan. Misal, di depannya ada potensi menabrak kendaraan lain, maka secara refleks dia akan tahu caranya menghindar. Dan tentunya paham pula risiko multitasking di jalan.

Perlakuan melatih wanita ketika belajar mengemudi juga berbeda dengan laki-laki. Menurut Marcell, seorang wanita tidak bisa dilatih dengan paksaan atau mengagetkan. Cara yang lembut dan tidak membuatnya panik ketika ada hal yang terjadi diluar prediksinya akan lebih tepat. Tidak heran bahwa waktu latihan wanita bisa lebih lama. Lantas, bagaimana cara menghadapi bila bertemu pengemudi wanita di jalan raya?

Menghadapi Pengemudi Wanita

Teknologi canggih serta transmisi otomatis semakin memudahkan pengemudi dalam mengendalikan mobil, termasuk untuk kaum wanita. Ketika di jalan, perhatikan pergerakan mobil sekitar Anda. Bisa dilihat ketika baru mulai jalan apakah laju mobilnya mulus atau tersendat karena injak pedal gas mendadak. Bila melihat hal seperti itu, bisa jadi itu adalah pengemudi pemula atau wanita.

Kejadian lain adalah pengaturan jalan yang tidak benar. Ada beberapa pengemudi wanita yang sering terlalu ke kiri karena terlalu takut dan menghindari sisi kanannya. Jangan berlaku agresif seperti membayang-bayangi secara rapat atau membunyikan klakson berulang-ulang. Karena kaget atau nervous, mereka bisa melakukan gerakan tak terduga yang justru berbahaya bagi semua orang.

Kepekaan untuk melihat kondisi sekitar sangat diperlukan dalam hal ini. Bila menemui mobil yang pergerakannya aneh, segera hindari. Bisa dengan cara menyalip dan meninggalkannya di belakang atau memperlambat mobil Anda dan membiarkannya berada di depan. Jaga jarak aman agar Anda dapat mengantisipasi segala kemungkinan.